Rabu, 28 November 2018

Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Untuk mengelola keuangan dan belanja keluarga, istri tidak jarangkali didaulat untuk menjalankan tugas tersebut. Meskipun bukan tugas yang mudah, Kamu tidak butuh mempunyai pengalaman sebagai akuntan alias manajer keuangan untuk meperbuatnya. Kamu bisa belajar semacam kantor akuntan publik pastinya, tapi skalanya pasti tidak sama.

Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Sebetulnya ada berbagai tutorial praktis yang bisa Kamu perbuat sebagai manajer keuangan keluarga supaya Kamu tidak "keteteran" dan mengeluh kehabisan uang ditengah-tengah bulan. Kamu juga bertugas meperbuat jasa analisa/jasa analisis kepada keuangan keluarga.

Ingat, uang adalah kepentingan bersama. Ketahui dengan pasti jumlah pemasukan, tabungan, juga arus pengeluaran bulanan keluarga. Luangkan waktu kurang lebih 15 menit untuk duduk bersama suami dan buat anggaran belanja dan mengevaluasi pengeluaran Kamu berdua dalam sebulan ini. Bisa dikatakan meperbuat analisa keuangan.

"Meski Kamu tidak punya pengalaman dalam mengatur keuangan, tetapi dua kepala rutin lebih baik dalam faktor pengaturan uang," kata Janet Bodnar, penulis buku Money Smart Women.

Bagi Kamu wanita bekerja yang mempunyai penghasilan, maka harus pintar-pintar memilah keharusan mana yang harus ditanggung suami dan yang dibayar oleh Anda. Bagilah dengan adil alias tergantung kesepakatan Kamu dan suami. Umpama, suami berkeharusan bayar tagihan bulanan dan belanja harian. Sedangkan, istri bayar asuransi kesehatan, pendidikan dan tabungan dana darurat. Dengan begini bakal memudahkan kami meperbuat laporan keuangan (mengatur antara pemasukan dan pengeluaran)

Kemudian untuk istri yang mempercayakan suami sebagai penghasilan keluarga satu-satunya, kemungkinan harus lebih cermat dalam merencanakan pembelanjaan. Umpama, beli barang yang diperlukan saja, ekonomis pengeluaran untuk perawatan ke salon hanya tiga bulan sekali. Dengan meperbuat analisis keuangan yang cocok, pastinya lebih berhati-hati dan disiplin dalam mengatur keuangan.

Rekening bersama adalah tutorial yang paling mudah dan manjur untuk bayar pengeluaran keluarga, semacam cicilan rumah, bayar tagihan listips, alias anggaran membeli susu anak. Bila disepakati, Kamu dan suami bisa mempunyai rekening terpisah untuk kebutuhan yang sifatnya pribadi, semacam ke salon, arisan, alias makan siang dengan kawan.

Hutang tergolong dalam salah satu problem keuangan yang serius bila tidak segera diatasi. Masukkan pos pengeluaran itu dalam anggaran pengeluaran rutin, umpama saja pembayaran tagihan kartu kredit. Jumlah totalnya tidak boleh melebihi 30% dari uang yang masuk. Bila jumlah hutang terlalu besar, stop pengeluaran lain yang tidak penting dan kendalikan diri untuk tidak membeli barang dengan cara kredit. Sekali lagi bertindaklah semacam seorang akuntan, umpama akuntan publik, supaya membikin pribadi menjadi bertanggungjawab kepada pengeluaran.

Sebagai manajer keuangan keluarga, Kamu juga butuh membikin langkah-langkah untuk menyiapkan dana darurat, anggaran kesehatan alias dana pendidikan.

Sisihkan uang Kamu setiap bulan untuk pos tabungan, asuransi kesehatan, juga dana pendidikan si kecil. Hitung total tabungan dan asuransi setiap bulan maksimal 20%. Bila anak Kamu belum memasuki usia sekolah, persiapkan dengan mempunyai tabungan, asuransi pendidikan, alias memilih investasi jangka panjang. Jangan lupa untuk membikin laporan keuangan. Apabila Kamu membutuhkan jasa analisa laporan keuangan, bisa datang ke jasa analisis laporan keuangan Jakarta sebagai rujukan.